Ditulis Oleh : Endang Fatmawati
“Hati-hati, Rahmat!” Ibu berteriak saat Rahmat berlari kecil di halaman rumah.
Namun, Rahmat langsung berhenti dan tersenyum.
“Ibu, aku sudah ingat pesan Ibu, aku akan selalu hati-hati,” jawab Rahmat penuh semangat. Rahmat sangat sayang kepada orang tuanya. Suatu hari, saat ia sedang bermain di taman dekat rumah, ia melihat Ibu sedang memasak di dapur. Ibu tampak lelah dan berkeringat. Dengan sigap, Rahmat segera masuk dan membantu mengangkat panci yang berat itu.
“Terima kasih, Nak. Ibu sangat senang kamu mau membantu,” kata Ibu dengan penuh kasih sayang. Ayah juga selalu mengingatkan Rahmat, “Nak, berbaktilah kepada orang tua. Allah sangat menyukai anak yang selalu taat dan berbuat baik kepada orang tua.”
Rahmat pun belajar dari cerita Nabi dan selalu berusaha melakukan yang terbaik. Ia percaya dengan berbakti kepada orang tua, hidupnya akan diberkahi dan penuh kebahagiaan. Setiap pagi dan malam, Rahmat selalu mengucapkan salam dan doa untuk Ibu dan Ayah supaya mereka selalu sehat dan bahagia.
“Berbakti kepada orang tua itu penting sekali,” pikir Rahmat. “Aku ingin menjadi anak yang taat kepada Allah dan orang tuaku, supaya mereka bangga dan cinta padaku.” ***

